Keterangan Gambar : Anggota organisasi Boedi Oetomo | Foto: Kompas
Hari kebangkitan nasional atau biasa disebut Harkitnas diperingati setiap tanggal 20 Mei. Harkitnas pertama kali diperingati pada tahun 1948 yang dicetuskan pertama kali oleh Ir. Soekarno.
Tanggal 20 Mei dipilih sebagai hari kebangkitan nasional karena bertepatan dengan tanggal lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Bung Karno menilai bahwa Boedi Oetomo merupakan organisasi pelopor pergerakan nasional anak bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Organisasi Boedi Oetomo sendiri digagas oleh kalangan terpelajar dari lembaga pendidikan STOVIA. Organisasi-organisasi kaum terpelajar pada masa pra-kemerdekaan memiliki pengaruh yang besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Adapun pada masa sekarang, organisasi kemahasiswaan sedang mengalami tren kemunduran mengingat sepinya minat dari kalangan mahasiswa untuk berorganisasi. Hal ini juga diperparah dengan munculnya terobosan baru bernama Kampus Merdeka yang memungkinkan para mahasiswanya untuk memberikan pengalaman kontekstual yang dapat meningkatkan kompetensi secara utuh dan siap kerja.
Salah satu mahasiswa yang tidak berminat berorganisasi tersebut ialah Yare Kapilah Wastu, mahasiswa UIN KHAS Jember Prodi Akuntansi Syariah yang hingga saat ini belum tergabung ke dalam organisasi apa pun.
"Yang membuat saya tidak berminat mengikuti organisasi, yang pertama faktor manajemen waktu yang belum saya kontrol dan juga tidak dorongan atau ajakan kakak tingkat yang meyakinkan saya untuk berorganisasi yang pas dan dapat saya berkontribusi di dalamnya," ujarnya, Jum'at (19/05/2023).
"Bukan hanya itu saja, kalau bisa memberikan edukasi sesuai proporsi /sesuai bidang organisasi yang ada agar yang belum ikut organisasi tahu bahwa organisasi itu pentingnya untuk apa, manfaatnya untuk apa, dan apa yang kita peroleh jika kita ikut organisasi tersebut," pungkasnya.
Di sisi lain, Ahmad Ismail Habibi selaku ketua umum Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan (UKPK) UIN KHAS Jember mengaku bahwa minat organisasi pada anggotanya masih terbilang cukup tinggi, bahkan mahasiswa yang mendaftarkan diri tahun lalu lebih dari 200 orang meskipun tidak semua bisa diterima di dalam organisasi.
Mahasiswa Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga itu juga mengungkapkan bahwa berorganisasi memiliki segudang manfaat bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan di masyarakat nanti.
"Banyak sekali. Yang paling utama kita bisa memperluas relasi sehingga kita bisa memperluas pergaulan yang membuat kita bisa membentuk pola pikir dan wawasan yang lebih baik. Di sana kita juga bisa melatih kepemimpinan, mengelola waktu, dan kuat dalam menghadapi tekanan dan masalah. Sehingga mempermudah kehidupan di masyarakat nanti," ungkapnya
Penulis: Muzemmil Ubaidillah
Tulis Komentar