Mahasiswa Gelar Aksi Demo Desak Pimpinan Kampus Realisasikan Tuntutan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sejumlah mahasiswa berorasi sambil membawa poster tuntutan dalam aksi di halaman Rektorat UIN KHAS Jember. (Muhammad Irham/UPM Millenium)

UPM MILLENIUM, Jember– Mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) kembali turun ke jalan kampus menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Rabu (24/9/25). Aksi ini merupakan tindak lanjut dari keresahan mahasiswa atas belum terealisasinya sejumlah kesepakatan antara mahasiswa dan pimpinan universitas pada audiensi tahun lalu yang tertuang dalam surat nomor 5986/Un.22/PP.009/9/2024.

Pantauan di lapangan menunjukkan, massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang dari berbagai fakultas dengan mengenakan baju hitam, membawa poster, dan spanduk. Sepanjang aksi, mahasiswa bergantian berorasi menyampaikan keresahan, mulai dari fasilitas kampus yang tidak memadai hingga pelayanan akademik yang dianggap semakin rumit.

Adapun tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini meliputi:

Mendesak pimpinan UIN KHAS Jember untuk segera merealisasikan hasil kesepakatan audiensi tahun 2024 (No. 5986/Un.22/PP.009/9/2024).

Mendesak pimpinan UIN KHAS Jember untuk melakukan pengadaan dan pembenahan fasilitas di seluruh kawasan kampus, meliputi renovasi fasilitas umum penunjang kegiatan kemahasiswaan, pengadaan dan penempatan akses yang layak bagi mahasiswa disabilitas, serta pengadaan dan pemeliharaan laboratorium di setiap fakultas sebagai penunjang kegiatan praktikum mahasiswa.

Mendesak perbaikan menyeluruh terhadap seluruh pelayanan akademik agar lebih cepat, transparan, dan ramah mahasiswa.

Mendesak pimpinan universitas untuk mencabut SK (No. 607 Tahun 2024) tentang program ma’had bagi penerima beasiswa KIPK.

Mencabut Surat Edaran Nomor 1216/Un.22/WR.1/PP.00.9/3/2025.

Mendesak pimpinan universitas untuk melakukan transparansi seluruh anggaran.

Aksi ini dilakukan secara damai, dengan tujuan agar suara mahasiswa benar-benar didengar. Aksi berlangsung hingga siang hari dan mendapat pengawalan dari satuan pengamanan kampus. Beberapa dosen dan aparat kampus juga terlihat hadir untuk memantau jalannya demonstrasi.

Mahasiswa menyampaikan bahwa mereka akan terus mengawal proses ini dan meminta diikutsertakan ketika ada tindak lanjut. Pihak kampus sudah menandatangani surat pernyataan aspirasi dari mahasiswa. Namun, mahasiswa berharap pimpinan universitas segera membuka ruang dialog kembali dan memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.

Penulis: Tisya Dwi Nuraini

Reporter: Natasya Aulia, Tisya Dwi



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)