Keterangan Gambar : Warga dan panitia kurban memotong daging kurban sebelum mendistribusikan kepada masyarakat (Masroni/UPM Millennium)
UPM Milllenium, Jember – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, Universitas KH Ahmad Siddiq kembali menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang penuh makna. Kegiatan ini berlangsung pada Jum'at, 6 Juni 2025 yang dimulai dari sholat Ied berjamaah hingga penyembelihan hewan kurban. Bertempat di Masjid Sunan Ampel UIN K.H Achmad Siddiq Jember dan lingkungan kampus, kegitan ini dihadiri oleh mahasiswa, mahasantri, serta warga sekitar.
Sholat Ied Berjamaah, Momen Kebersamaan di perantauan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini mahasantri Mahad Al-Jami'ah yang memilih tidak pulang kampung turut bergabung dalam sholat Ied di masjid kampus. Nikmah, mahasiswi Psikologi semester dua asal Pasuruan, mengungkapkan alasannya memilih sholat di masjid UIN.
“Kami memilih sholat di masjid UIN ini karena kami tidak pulang. Selain itu, masjid UIN lebih dekat dari mahad dibandingkan masjid lain. Kalau di masjid belakang kampus, tidak ada sholat Ied,” ujarnya.
Nikmah juga berbagi cerita tentang pengalaman merayakan Idul Adha di perantauan. Meskipun terasa sedikit sedih karena jauh dari keluarga, ia merasakan keseruan tersendiri yang berbeda dari perayaan tahun lalu, yang dihabiskan bersama keluarga dengan acara bakar sate.
“Saya tidak pulang karena merasa nanggung dan juga menghemat ongkos. Selain itu, liburan semester ini bisa dimanfaatkan untuk beristirahat di perantauan,” tambahnya.
Selain sholat Ied, kampus juga menggelar penyembelihan hewan kurban yang telah dipersiapkan sejak dua minggu sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 17 hewan kurban disembelih, terdiri dari delapan sapi dan sembilan kambing. Sapi-sapi tersebut berasal dari rektorat, lima dari fakultas, dan dua ekor dari mitra kampus. Sedangkan kambing datang dari delapan unit lembaga di kampus serta satu ekor dari pegawai kampus yang mempercayakan proses penyembelihan kepada panitia atas nama orang tuanya.
Menariknya, semua hewan kurban ini berasal dari lingkungan kampus sendiri tanpa sumbangan dari luar. Ini menunjukkan semangat gotong-royong dan kepedulian sivitas akademika Universitas KH Ahmad Siddiq dalam menjalankan ibadah kurban secara mandiri.
Koordinator tim penyembelihan, Yulianto, mengatakan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala besar.
“Tantangan kami hanya bagaimana mengajak semua sivitas kampus supaya lebih banyak yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar, khususnya di Kampung Karangmluwo dan Krajan yang berhak menerima. Selain itu, sebagian daging juga diberikan kepada tim distributor sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Ibu Mar, penjaga kantin yang lokasinya dekat area penyembelihan, juga berbagi cerita. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini sudah rutin dilakukan setiap tahunnya.
“Waktu kantin lain tutup saat Idul Adha, saya tetap buka setelah sholat Idul Adha. Tujuannya supaya bisa membantu memasak daging kurban untuk sarapan dan makan siang panitia,” katanya.
Perbedaan dengan tahun lalu yaitu tahun ini Ibu Mar juga menyediakan makanan untuk mahasantri Ma'had yang tidak pulang kampung, walau dengan lauk sederhana, sementara tahun sebelumnya ia hanya melayani panitia penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban saja.
“Semoga tahun depan jumlah hewan kurban bisa bertambah dan pengelolaannya lebih baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang.” Ujar Yulianto dengan penuh harapan
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga mempererat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan Universitas KH Ahmad Siddiq serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Perayaan Idul Adha di Universitas KH Ahmad Siddiq tahun ini menjadi bukti nyata bahwa meski jauh dari kampung halaman, kebersamaan dan semangat berbagi tetap terjaga dengan baik. Kegiatan sholat Ied berjamaah dan penyembelihan hewan kurban tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang mendalam di kalangan Sivitas Akademika dan masyarakat sekitar.
Reporter: Febri Lailatul Mukharomah
Tulis Komentar