Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) UIN KHAS Jember melangsungkan acara debat kandidat bagi pasangan calon Dewan Eksekutif Mahasiswa di Auditorium UIN KHAS Jember pada Sabtu, 24 Maret 2024.
Debat Kandidat adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), baik di tingkat fakultas maupun universitas. Satu hari sebelumnya juga telah dilaksanakan kampanye oleh masing-masing pasangan calon.
Debat kandidat DEMA-U terbagi atas empat sesi. Sesi pertama adalah pemaparan visi misi oleh masing-masing paslon, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu tanya jawab oleh audiens kepada paslon terkait visi misi yang telah digagasnya. Pada sesi selanjutnya, audiens diberikan keleluasaan menanyakan pertanyaan secara umum kepada masing-masing kandidat. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antar paslon dan foto bersama.
Acara ini sejatinya berlangsung pada pukul 08.00 WIB, tetapi baru dapat terlaksana pukul 09.30 WIB dikarenakan keterlambatan kehadiran dari pasangan calon 01 dan sedikitnya mahasiswa yang hadir pada acara debat kandidat tersebut.
“Sebenarnya kita sudah siap (KPUM-red) dan paslon 02 sudah menunggu di sana (Auditorium UIN KHAS Jember -red), tetapi paslon 01 kita tunggu belum datang-datang. Setelah paslon 01 datang, ternyata pesertanya tidak sampai 20 orang,” ungkap sekretaris KPUM, Meuhammad Faroeq Riedjal.
Faroeq Riedjal juga mengatakan bahwa minimnya partisipasi mahasiswa dalam debat kandidat kali ini adalah masih banyak yang acuh tak acuh tentang perpolitikan yang ada di kampus
“Mungkin kesadaran (mahasiswa -red) dan juga ini efek dari kepengurusan seluruh ORMAWA tahun kemarin kurang begitu masif melakukan pendekatan kepada mahasiswa. Kegiatan-kegiatan kurang terasa akhirnya banyak mahasiswa tidak tahu menahu mengenai apa itu fungsinya DEMA-U, SEMA-U karena mereka sendiri tidak merasakan,” imbuhnya.
Meskipun demikian, KPUM berharap bahwa debat kandidat ini dapat membantu mahasiswa mengetahui siapa saja yang berhak dipilih untuk menjadi pemimpin mereka selama satu tahun ke depan.
Di sisi lain, calon presiden mahasiswa nomor urut 1, Alfin Maulana mengapresiasi para mahasiswa yang dapat menyempatkan waktunya untuk hadir di acara debat kandidat tersebut sebagai bentuk turut serta dalam mengawal demokrasi dan menjadikan UIN KHAS Jember yang lebih baik lagi kedepannya.
“Saatnya UIN KHAS untuk bersatu, saatnya UIN KHAS untuk saling mengawal dan berkesinambungan, maka inilah nantinya yang akan menjawab UIN KHAS Jember. Tidak boleh berpencar, ialah kita cukup satu, karena kita membaca ialah branding lembaga ke depan,” kata Alfin.
Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Hosnan Madani, calon presiden mahasiswa nomor urut 2 yang menyatakan bahwa demokrasi yang ada di UIN KHAS Jember sudah mulai hidup dan dapat diteruskan nantinya oleh seluruh mahasiswa lain.
“Kita harus bisa meneruskan budaya demokrasi ini, demokrasi sehat terutama, di UIN KHAS Jember sehingga nantinya bisa menjamin bahwasannya UIN KHAS ini mempunyai demokrasi yang sehat, bagus, dan kuat," ungkap Hosnan
Tulis Komentar