Jelma Raksa

$rows[judul]

Jelma Raksa


Pagi menyapa

Hembusan nafas menghela

Krik krik krik masih terdengar indah

Syahdu mengikuti irama


Malam yang hening

Engkau menjelma menjadi butiran demi butiran nebula

Menyapa lewat jendela jendela hampa

Penyejuk setiap kehampaan


Malam yang hangat

Engkau menjelma menjadi Kejora

Terbit dengan sebuah keindahan

Mengubah kesedihan menjadi ketiadaan


Selamat malam padamu

Bagaimana fajar mu? Dan bagaimana senjamu?

Semoga malam ini hanya mimpi indah yang kau dapati

Engkau memang jauh di sisi

Tetapi yakin lah

Bahwa engkau menjelma menjadi waktu yang menemani

Ada di mana dan kapan adanya


Duhai tuhan... mata itu

Tafsiran mata itu

Duhai mata yang mempesona menyandera

Janganlah redum selamanya 

Tatapanmu menguak helah

Yang senantiasa tersimpan didalam iftitah

Merisaukan jiwa jiwa pecinta

Betapa jiwa hilang lenyap oleh Syarah

Sedang Syarah itu alangkah sulitnya 

Karena tak kudapatkan alasan untuk mendekatinya 


Apakah engkau jauh?

Apakah sejauh itu?

Engkau keliru

Bahwa jarak hanyalah simbolik keindahan

Dan tidak ada keindahan jika hanya di isi tangisan

Yakinlah bahwa jarak adalah hijab bagi pandangan

Dan pandangan hanya bagi para pengagum keadaan 


Langit indah yang engkau pandang

Dan bumi asri yang kau kagumi

Adalah langit dan bumi sama tempatku mengukir setiap Hela takdir kehidupan

Pengarang : Siti Roihani

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)