Jelma Raksa
Pagi menyapa
Hembusan nafas menghela
Krik krik krik masih terdengar indah
Syahdu mengikuti irama
Malam yang hening
Engkau menjelma menjadi butiran demi butiran nebula
Menyapa lewat jendela jendela hampa
Penyejuk setiap kehampaan
Malam yang hangat
Engkau menjelma menjadi Kejora
Terbit dengan sebuah keindahan
Mengubah kesedihan menjadi ketiadaan
Selamat malam padamu
Bagaimana fajar mu? Dan bagaimana senjamu?
Semoga malam ini hanya mimpi indah yang kau dapati
Engkau memang jauh di sisi
Tetapi yakin lah
Bahwa engkau menjelma menjadi waktu yang menemani
Ada di mana dan kapan adanya
Duhai tuhan... mata itu
Tafsiran mata itu
Duhai mata yang mempesona menyandera
Janganlah redum selamanya
Tatapanmu menguak helah
Yang senantiasa tersimpan didalam iftitah
Merisaukan jiwa jiwa pecinta
Betapa jiwa hilang lenyap oleh Syarah
Sedang Syarah itu alangkah sulitnya
Karena tak kudapatkan alasan untuk mendekatinya
Apakah engkau jauh?
Apakah sejauh itu?
Engkau keliru
Bahwa jarak hanyalah simbolik keindahan
Dan tidak ada keindahan jika hanya di isi tangisan
Yakinlah bahwa jarak adalah hijab bagi pandangan
Dan pandangan hanya bagi para pengagum keadaan
Langit indah yang engkau pandang
Dan bumi asri yang kau kagumi
Adalah langit dan bumi sama tempatku mengukir setiap Hela takdir kehidupan
Pengarang : Siti Roihani
Tulis Komentar