Tak Kunjung Diperbaiki Oleh Pihak Kampus, UKOR Lakukan Perbaikan Lapangan Secara Mandiri

$rows[judul]

Unit Kegiatan Olahraga (UKOR) UIN KHAS Jember melakukan pengecoran lapangan futsal dan basket milik kampus secara mandiri pada Senin, 13 Mei 2024. Hal ini dilakukan lantaran lapangan tersebut tidak kunjung diperbaiki oleh pihak kampus meskipun sudah sering melakukan pengaduan. Perbaikan yang dilakukan di lapangan depan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan tersebut telah dilakukan selama empat hari berturut-turut oleh beberapa anggota UKOR dengan menggunakan dana pribadi dan iuran setiap bulannya.

Menurut keterangan Raihan, pengurus UKOR bagian humas mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan agar lapangan di kampus dapat berfungsi dengan baik dan tidak lagi menyewa lapangan di tempat lain.

“Biar anak-anak punya lapangan sendiri, latihan juga tidak perlu keluar untuk menyewa lapangan lain dan tambah enjoy. Karena kalau lapangannya bolong-bolong membahayakan, pemain juga kurang nyaman,” ungkapnya saat dihubungi UPM Millenium.

Reihan menyebut bahwa ia dan anggota UKOR yang lain sering mengalami kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan, “ Kalau itu sudah tidak dipertanyakan lagi. Melihat lapangan seperti ini pasti banyak kejadian, seperti kesleo. Hampir setiap latihan pasti ada saja kejadian.”

Keluhan lain juga sering dijumpai oleh Hilmi selaku ketua umum UKOR, bahkan terdapat anggotanya yang sudah jarang latihan karena sepatunya yang rusak akibat lapangan yang bolong-bolong dan bergelombang.

“Kalau latihan di sini itu banyak yang mengeluh sepatunya rusak soalnya lapangannya kasar. Kemarin saja sudah ada satu anggota yang bilang ke saya ‘ini mas hasil latihan di kampus jadi sepatunya rusak’ akhirnya dia jarang latihan,” ungkap mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah tersebut.

Adapun menurut keterangan dari anggota UKOR lainnya, pembenahan lapangan dilakukan secara mandiri karena tidak mau menggantungkan nasibnya kepada pihak kampus yang sudah seringkali diadukan akan tetapi tidak segera ditanggapi.

“Sudah beberapa tahun kita mengajukan proposal yang bentuknya seperti apapun, dari pihak kampus tidak ada dorongan untuk support memperbaiki lapangan ini,” ungkap mahasiswa tersebut

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Hilmi selaku ketua umum UKOR, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya sudah pernah dilakukan pengajuan proposal perbaikan lapangan, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang serius. Bahkan respon yang diberikan pun kurang baik.

“Tahun kemarin itu responnya agak sedikit kurang baik banget jadi ya dari kami mau minta lagi itu agak sungkan. Pernah disemprot sama Warek 2 yang dulu dengan ngomong ‘UKOR saja gak pernah berprestasi kok mau minta lapangan, MU saja lapangannya bagus tapi gak pernah juara’,” kata Hilmi sambil menirukan ucapan Warek 2 periode sebelumnya.

Ia juga menyebutkan bahwa apabila melakukan pengajuan sekarang, maka dikhawatirkan tidak akan segera tertangani karena prosesnya yang lama sedangkan lapangan tersebut akan digunakan untuk gelaran UKOR CUP yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan juni mendatang.

Menanggapi keluhan tersebut, Warek II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Ainur Rafik mengaku tidak menemukan proposal pengajuan anggaran perbaikan lapangan basket dan futsal dan memerintahkan untuk segera mengajukan permohonan di bagian umum

“Setiap pengajuan anggaran masuk ke aplikasi Digital Mail System (DMS). Sudah saya cari tidak ditemukan. Baiknya segera ajukan permohonan anggaran melalui bagian umum,” ujar Rafik.

UPM Millenium sudah berusaha menghubungi salah satu staf di bagian umum, akan tetapi hingga tulisan ini diterbitkan belum mendapatkan respon apa pun.

Ainur Rafik mengungkapkan bahwa aplikasi DMS ini baru dibuat pada tahun ini dan ia beserta kepengurusan lainnya baru menjabat selama 6 bulan sehingga ia berharap ke depannya harus dikoordinasikan lebih lanjut lagi kepada pihak-pihak terkait.

“Ke depannya untuk kegiatan anggaran dikoordinasikan dengan Warek III, untuk sarpas dikoordinasikan dengan bagian umum, dan untuk kegiatan akademik dikoordinasikan dengan bagian akademik,” kata Rafik.

Ia juga terbuka apabila terdapat pengajuan terhadap proposal anggaran perbaikan lapangan yang ada di depan gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan tersebut. “Injih, koordinasikan dengan bagian umum.”

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)