UPM Millenium, Jember – Hilda Yulianti, mahasiswa angkatan 2021 dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, berhasil lulus tepat waktu dan menjadi lulusan dengan IPK tertinggi di Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) XXXIV. Keberhasilannya ini menjadi sorotan, terlebih karena ia menempuh jalur kelulusan tanpa melalui skripsi.
Hilda menjelaskan bahwa ia mulai menetapkan niat untuk lulus tanpa skripsi sejak semester 5. "Saya sudah menetapkan target untuk lulus tanpa skripsi sejak awal semester 6, dengan segala risikonya."
Ia segera mengajukan judul untuk tugas akhir dan memulai pengerjaan artikel ilmiah pada bulan Maret 2024. Artikel yang ia tulis berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran 5.0: Hubungan Masyarakat dalam Meningkatkan Jumlah Siswa. Hilda memilih topik ini setelah melakukan penelitian di MIN 3 Jember yang memiliki strategi komunikasi pemasaran yang sangat baik, meskipun lokasi madrasah tersebut jauh dari sebagian rumah siswa.
Proses pengerjaan artikel ilmiah sempat menghadapi kendala saat mengajukan publikasi di jurnal Sinta 2 karena banyak jurnal yang sudah penuh antrean artikel. Namun, ia tidak menyerah dan akhirnya menemukan peluang untuk memublikasikan artikelnya di JETL (Journal of Education Teaching and Learning), yang diterbitkan pada 4 Oktober 2024.
Hilda juga berbagi pengalaman mengenai perjalanan akademiknya yang cukup cepat. Meskipun awal kuliah dilakukan secara daring akibat pandemi, ia tetap disiplin mengikuti perkuliahan secara offline sejak semester 3.
"Saya berusaha tidak absen, meskipun sempat terkena tipes di semester 5, saya tetap berusaha hadir di kuliah," kata Hilda.
Saat memasuki semester 6, ia bahkan mendaftar sebagai asisten mengajar di MIN 3 Jember, yang membuatnya harus berpindah-pindah tempat dari kos ke sekolah setiap hari.
Hilda mengungkapkan bahwa salah satu kunci suksesnya adalah dengan menetapkan jadwal belajar yang terstruktur dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Ia juga aktif dalam perkuliahan dan menjaga hubungan baik dengan dosen untuk mendapatkan bimbingan akademik yang maksimal.
Setelah lulus, Hilda berencana untuk bekerja terlebih dahulu, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. "Saya ingin bekerja terlebih dahulu, tetapi S2 tetap menjadi rencana ke depan," tutupnya.
Hilda menyebutkan bahwa lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat adalah bentuk kebanggaan dan rasa tanggung jawab.
"Saya juga ingin mengurangi beban finansial keluarga, terutama karena ibu saya yang membiayai kuliah saya dari awal," tambahnya.
Keberhasilan Hilda ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk tetap disiplin dan fokus dalam mengejar tujuan akademik mereka.
Reporter: Natasya Aulia, Muhammad Eko Nur Faiz
Tulis Komentar