KOMSI Hadirkan Panggung Seni, Mengurangi Cemas Mahasiswa Sebelum Ujian Akhir

$rows[judul]

JEMBER, 12 Juni 2024 - Menjelang pelaksanaan ujian akhir semester, suasana di kampus Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember terasa mencekam. Banyak mahasiswa yang dilanda kegelisahan dan ketegangan akan menghadapi ujian yang menentukan kelulusan mereka. Namun, di tengah suasana tegang tersebut, Komunitas Seni (KOMSI) UIN KHAS Jember menghadirkan sebuah oase hiburan yang menyegarkan.

Pada Rabu (12/6/2024), KOMSI menggelar acara "KOMSI Art Collaboration (KAC)" yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Acara ini merupakan kolaborasi empat divisi seni dalam KOMSI, yaitu divisi rupa, teater, musik, dan tari yang sudah disiapkan sejak 3 minggu yang lalu.

Lailatul Isnaini (Talang - nama lapang), Ketua Umum KOMSI, menjelaskan bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi dan reward bagi warga KOMSI yang telah berproses dalam bidang kesenian. "KAC ini menjadi wadah bagi kami untuk mengekspresikan kreativitas dan meningkatkan bakat di bidang seni. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan hiburan dan meredakan ketegangan mahasiswa yang akan menghadapi ujian akhir," ungkapnya.

Dalam acara yang digelar rutinan ini (waktu kondisional), pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan seni yang mengolaborasikan keempat divisi KOMSI. Dimulai dengan penampilan band diskala yang seluruh personelnya adalah perempuan, mereka membawakan lagu-lagu populer dengan aransemen yang segar. Kemudian, kelompok perkusi MASKOT tampil memukau dengan memainkan alat musik jimbe, drum, dan lainnya, membawakan lagu Sunan Giri yang ikonik.

Salah satu pertunjukan yang mencuri perhatian adalah tari "Prajurit Ksatria" yang seluruh gerakan dan aransemennya merupakan ciptaan KOMSI. Dengan mengangkat semangat perjuangan para ksatria, tarian ini memadukan unsur seni dan olah bela diri yang mencengangkan. Tak ketinggalan, divisi teater membawakan pertunjukan dengan mengangkat tema "Palestina" yang menyuarakan penolakan terhadap genosida dan pemusnahan kelompok Palestina oleh Israel. Pertunjukan ini mendapat apresiasi dari penonton yang terhanyut dalam aksi panggung yang memukau.

Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari "Prajurit Ksatria" yang orisinal, dimana para penari menampilkan koreografi yang menggambarkan semangat juang para prajurit dengan gerakan yang dinamis dan energik. Kemudian, grup band Jastis tampil membawakan lagu-lagu dangdut Jawa yang digemari remaja, menciptakan suasana yang meriah dan mengajak penonton untuk berjoget.

Acara KAC terbuka untuk umum dan mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan. Tak hanya mahasiswa UIN Jember, acara ini juga dihadiri oleh UKM kesenian se-Jember, siswa SMA, serta masyarakat umum. Bahkan, beberapa pengunjung rela datang dari luar kota untuk menyaksikan pentas seni yang fenomenal ini.

Ketua Panitia KAC, Aura (Lekser- nama lapang), mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusias masyarakat terhadap acara ini. "Kami sangat senang dapat menyajikan pertunjukan seni yang berkualitas dan menghibur masyarakat," ungkapnya.  

Rizal Ariya Putra(Kaoka - nama lapang) dari Divisi Teater mengungkapkan harapannya agar acara seperti ini dapat terus diselenggarakan. "Kami berharap KAC dapat menjadi agenda rutin KOMSI untuk mengapresiasi proses berkesenian kami dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk mencintai dan melestarikan seni budaya lokal," pungkasnya.

Selain itu, acara ini juga memberikan dampak positif bagi para pedagang di sekitar lokasi dengan meningkatnya penghasilan mereka hingga dua kali lipat dari hari biasa. Salah seorang pedagang, Acil, mengungkapkan bahwa acara seperti ini sangat menguntungkan bagi para pedagang karena penghasilan dihari tersebut bisa meningkat hingga 100% dari hari biasa.

Pentas seni kolaboratif KOMSI Art Collaboration (KAC) tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan kebudayaan lokal Jember dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Acara ini juga berhasil menjadi penyegar bagi mahasiswa yang akan menghadapi ujian akhir, mengurangi rasa cemas dan ketegangan yang mereka alami sebelum menghadapi ujian yang menentukan.

Reporter: M. Faizal Pratama

Editor: As'ad Nawawi

Fotografer: Abdul S. Hilmy

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)