LAKSANAKAN PERJALANAN SUCI, PRAMUKA UIN KHAS LAKUKAN PENGABDIAN MASYARAKAT

$rows[judul]

UPM Millenium, Jember - Pramuka UIN KHAS Jember baru-baru ini tengah melaksanakan Perjalanan Suci dan Kemah Bakti (PSKB) ke XXXIII berupa pembuatan kamar mandi di Dusun Glundang Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan pembuatan kamar mandi itu dilaksanakan pada tanggal 9-11 Januari 2025. Pembuatan kamar mandi itu disambut antusias oleh masyarakat Glundang yang juga turut andil dalam menyukseskan acara tersebut. Kegiatan ini digagas karena tidak adanya tempat mandi tertutup bagi masyarakat. 

Sulitnya akses membeli bahan material untuk pembuatan kamar mandi inilah yang menjadi penyebab tidak adanya fasilitas tersebut. Hal ini karena Dusun Glundang merupakan desa terpencil dengan jalan yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. 

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih memperhatikan pola mandi yang benar dan terjaganya aurat ketika sedang mandi.

“Iya, kami prihatin dengan tidak adanya kamar mandi tertutup di dusun ini, karena ketika mandi tubuh kami itu bisa saja dilihat oleh orang yang lewat,” ujar Zevalia, peserta PSKB. 

Selain membuat kamar mandi dan school makeover, peserta PSKB juga melakukan mini riset dan penyuluhan kepada masyarakat Glundang. Ada beberapa tema yang diangkat oleh peserta PSKB diantaranya kerukunan, gaya hidup, kesehatan, pendidikan dan kebersihan. 

Menurut Ketua Reka Kerja dan Ketua Panitia PSKB, Ahmad Muzaky Syamsuddin menyebut bahwa pengabdian yang dilakukan bukan hanya membuat kamar mandi saja, namun juga mengadakan kegiatan menghias sekolah. Hal ini karena sekolah yang ada di desa Wonoboyo tidak begitu terawat. Lalu ada kegiatan membersihkan musholla dan masjid, memberikan Al-Qur'an, mukenah, dan sajadah. Bekerjasama dengan YDSF dan MAN Bondowoso, dan yang terakhir peserta PSKB melaksanakan kegiatan pembinaan siswa SDN Wonoboyo bertujuan untuk sharing ilmu dan pengalaman.

Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari ini tentu tidak luput dari hambatan. 

“Hambatannya yaitu waktu perjalanan ada peserta PSKB yang kecapekan, dan komunikasi dengan warga setempat yang kurang leluasa, karena mayoritas disana menggunakan bahasa Madura dan jarang yang bisa menggunakan bahasa Indonesia,” tambah Ahmad.

Masyarakat Desa Wonoboyo merasa sangat senang dan menyambut dengan hangat kedatangan kakak-kakak pramuka, serta turut berkontribusi menyukseskan kegiatan PSKB XXXIII. 

“Masyarakat sangat antusias dengan kedatangan kakak-kakak Pramuka, kita di sambut hangat oleh masyarakat dan sangat di dukung saat melaksanakan pengabdian di sana, kita dibantu untuk membuat kamar mandi,” pungkas Ahmad.

Keantusiasan kegiatan ini bukan hanya dari masyarakat tetapi peserta PSKB juga sangat antusias pada pengabdian tahun ini. 

“Perasaan saya sangat senang dan bahagia walaupun capek dan lelah ya tapi itu semua tidak dapat dirasakan karena kebaikan dan kepedulian kakak-kakak kepada semua peserta ataupun panitia apalagi warganya ramah-ramah, baik, memperlakukan kita pendatang itu sangat baik dan sopan, warganya rukun dan tidak terpecah belah, desanya asri, tenteram, damai dan banyak lagi kata-kata yang tidak bisa saya tafsirkan pokoknya is the best “ tutur Aina, peserta PSKB. 

Kegiatan PSKB XXXIII kali ini mengusung tema “Harmoni Bangsa Melalui Pramuka Sejati” dengan tujuan Mencerminkan semangat kebersamaan dan kontribusi nyata Pramuka dalam membangun harmoni di masyarakat. Kata "Bhakti" dan "Harmoni" sesuai juga dengan Norma-Norma Dasar (NND) Gerakan Pramuka. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, dimulai dengan diklat ruang di Gedung Teater UIN KHAS Jember tanggal 27-29 Desember 2024 dan dilanjutkan dengan diklat lapang atau pengabdian kepada Masyarakat Dusun Glundang, pada tanggal 7-12 Desember 2025. 

Sesuai dengan tema yang dibawa, kegiatan PSKB merupakan perjalanan suci yang memiliki misi, harapan serta tujuan yang mulia untuk Masyarakat. 

“Harapannya ya itu melantik anggota Pramuka menjadi Warga Racana dengan diklat perjalanan suci yang mana selama perjalanan kita tidak boleh berkata kotor, bersikap yang tidak sopan, dan melanggar adat setempat agar kakak-kakak Warga Racana nantinya bisa menjadi anggota Pramuka yang berpikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan Dasa Darma Pramuka, selain itu kakak-kakak warga Racana juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tujuannya untuk mengabadikan diri kepada bangsa Indonesia,” pungkas Ahmad.

Reporter: Lailatul Qomariyah & Tisya Dwi Nuraini

Fotografer: Muhammad Asad Rofiul Mashuri/Arsip Pramuka UIN KHAS Jember

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)