UPM Millenium, Jember - Menindaklanjuti dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada 30 September lalu, pihak rektorat melakukan audiensi dengan jajaran Republik Mahasiswa (RM) yang bertempat di Gedung Rektorat Lantai 1 pada hari Senin, 7 Oktober 2024 pukul 13.00 WIB.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Khusna Amal, Wakil Rektor III Khoirul Faizin, pimpinan fakultas, Ketua LPM dan LPPM, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U), Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA F), Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA F), dan UKM/UKK. Rektor UIN KHAS, Hepni, tidak dapat hadir beralasan terdapat kegiatan lain, sementara Wakil Rektor II absen karena masih ada kelas mengajar.
Acara diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan pemaparan dari senat universitas yang menyampaikan beberapa poin utama. Salah satu isu yang diangkat adalah keluhan terkait fasilitas kampus, yang bukan hanya datang dari mahasiswa, tetapi juga dari tenaga pendidik dan pimpinan fakultas. Senat juga mengingatkan mahasiswa agar aksi demonstrasi tidak mengganggu proses pembelajaran. Mereka berharap agar tidak ada sekat antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sehingga aksi demonstrasi dapat diminimalisir di masa mendatang.
Pihak rektorat kemudian memberikan dokumen tanggapan tertulis atas tuntutan mahasiswa yang diajukan saat demonstrasi pada 30 September 2024, yang telah ditandatangani oleh Rektor UIN KHAS Jember. Setelah itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait tanggapan tersebut.
Beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa di antaranya adalah tentang kejelasan progres perbaikan sarpras, transparansi anggaran kegiatan LP2M, serta pengelolaan sampah dan drainase di lingkungan kampus. Presiden Mahasiswa, Alfin Maulana, menyoroti pentingnya kejelasan dalam perbaikan fasilitas kampus sesuai dengan tuntutan mahasiswa. Sementara itu, anggota Senat Mahasiswa Universitas mempertanyakan transparansi anggaran LP2M, terutama terkait konsumsi dalam kegiatan pembekalan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III, Khoirul Faizin, menyatakan bahwa pihak rektorat memiliki niat baik untuk memperbaiki segala keluhan mahasiswa. Namun, mengingat waktu yang singkat, upaya yang telah dilakukan masih dalam proses dan belum bersifat final. “Yang perlu dicatat adalah niat baik dari pihak rektorat untuk berupaya membenahi segala yg menjadi tuntutan mahasiswa, dan menghimbau untuk menghargai dan mengapresiasi segala upaya yg telah dilakukan. Yang telah dilakukan dari jangka waktu satu minggu belum bersifat final dan masih proses keberlanjutan.” Ujarnya.
Sofyan Tsauri selaku Senat Universitas menambahkan bahwa seluruh pengadaan sarpras membutuhkan perencanaan, dan mahasiswa diminta untuk bersabar hingga anggaran 2025 tersedia.
“Semua pengadaan sarpras basis nya perencanaan. Semua tuntutan pengadaan sarpras oleh mahasiswa diharapkan menunggu anggaran 2025, karena untuk tahun 2024 harus melakukan revisi anggaran dan kemungkinan tidak bisa.” Tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPPM, Zainal Abidin menjelaskan bahwa anggaran untuk konsumsi saat pelepasan tidak disediakan karena acara berlangsung sebelum waktu dzuhur. Selain itu, dana untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memang tidak dianggarkan oleh universitas, karena regulasi menyatakan bahwa biaya KKN tidak ditanggung oleh kampus.
Terkait pengelolaan sampah, Wakil Rektor III menyambut baik usulan mahasiswa tentang Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan menegaskan bahwa kampus sudah menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk menjaga kebersihan. Ia juga menyatakan bahwa pengelolaan drainase akan terus dikawal.
Menanggapi keluhan mengenai jaringan internet, Wakil Rektor I, Khusna Amal menjanjikan perbaikan dalam waktu dekat, meskipun mahasiswa diingatkan untuk tidak berharap pada kecepatan jaringan yang sempurna, karena peningkatan kualitas jaringan membutuhkan biaya besar dan akan diupayakan pada anggaran 2025.
Di akhir pertemuan, Prof. Khusna Amal mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya fokus menuntut hak, tetapi juga memprioritaskan kegiatan akademik.
Presiden Mahasiswa Alfin Maulana menyatakan bahwa audiensi ini merupakan langkah penting dalam mengawal tuntutan mahasiswa, dan mereka akan terus memantau prosesnya hingga tuntutan tersebut direalisasikan.
“Saya selaku presma akan terus berada di pihak mahasiswa, karena saya merupakan representasi mahasiswa. Untuk itu kami akan terus menindaklanjuti tuntutan mahasiswa sampai benar-benar terealisasi”. Jelas Alfin.
Wakil Rektor III menambahkan bahwa aksi demonstrasi bukan hal yang terlarang, namun ia berharap mahasiswa dapat mengutamakan komunikasi terbuka sebelum melakukan aksi, dan hanya melakukan demonstrasi jika komunikasi dengan rektorat benar-benar tertutup.
Reporter: As'ad, Ahmad, Aulia
Editor: Muzemmil
Tulis Komentar